Rabu, 13 Maret 2013

Why do people fall in love ?

Bagaimana kita bisa mencintai seseorang? apa karena takdir? bagaimana kita bisa tahu kalau orang itu adalah pasangan kita? Well, menurut saya jodoh itu memang ada, tapi tergantung pada diri kita sendiri mau menerima jodoh itu atau mencari yang lain. Jadi bagaimana kita bisa mencintai seseorang? Dari film yang saya nonton di kelas kemarin, proses mencintai tidak hanya terbatas dari betapa cantik/ganteng orang itu, atau bagaimana sifat dan perilaku orang itu, tatapi banyak factor yang mempengaruhi. Hal ini berbeda pada pria dan perempuan, pada pria hal pertama yang dilihat adalah fisik perempuan tersebut. Pria cenderung menyukai perempuan yang memiliki tubuh yang berisi, hal ini berkaitan dengan tingkat kesuburan perempuan itu. Sedangkan pada perempuan lebih melihat hal yang ada pada diri pria tersebut, sifat, tingkah laku, bagaimana pria itu memperlakukan orang lain.


Berbeda dengan pria, perempuan lebih cenderung mencari pria yang mapan, dalam arti status ekonomi yang terjamin. Sedangkan pada pria jika pria itu ingin menuju hubungan yang lebih serius, pria cenderung mencari perempuan yang bisa mengurus rumah tangga, dan mampu menjaga anak-anaknya, tidak hanya menarik secara fisik semata. Selain itu, aroma tubuh juga berperan dalam bagaimana kita menyukai orang lain. Ada beberapa aroma yang mungkin kita sukai terdapat pada orang tersebut, itu lah mengapa produsen gencar membuat parfum, tidak hanya membuat kita percaya diri karena wanginya parfum tersebut, tetapi juga untuk menarik perhatian lawan jenis.


“Jangan mencari orang yang sempurna, karena kamu tidak akan pernah menemukannya. Tetapi carilah orang yang tidak sempurna, yang bisa membuat hidupmu menjadi sempurna, seseorang  masih membutuhkan cintamu, perhatianmu, dan dukunganmu.”

Rabu, 06 Maret 2013

They are

Laki-laki dan perempuan diciptakan untuk saling melengkapi, mendukung, terlebih lagi diciptakan menjadi sepasang. Namun seiring berjalannya waktu ke waktu, beberapa laki-laki tidak lagi mencari perempuan untuk dijadikan pendampingnya, beberapa pria itu mulai bersama pria untuk dijadikan teman bicara atau sebagai kekasih, begitupun juga sebaliknya dengan perempuan. Yang biasanya terjadi karena sang individu tersebut pernah disakiti oleh orang yang dikasihi sebelumnya, atau karena trauma di masa lalu. Berkaitan dengan topik ini, saya ingin berbagi cerita teman saya yang menyukai sesama jenis. Teman saya bercerita kalau ia dari kecil itu diperlakukan oleh ibunya layaknya seorang perempuan, ibunya senang sekali memakaikan hiasan rambut yang lucu kepada teman saya sambil berkata "anak mama lucu sekali", sehingga lambat laun teman saya ini berpersepsi bahwa sebenarnya ia itu adalah perempuan, tetapi berfisik laki-laki, ia juga menganggap semua perempuan itu adalah saudara dia.




Menurut saya pribadi individu itu menyukai lawan jenis atau sesama jenis itu adalah hak mereka, karena setiap individu itu mempunyai hak untuk memilih dan menentukan kepada siapa mereka menaruh hati. Kita sebagai individu yang mungkin memiliki teman yang suka sesama jenis hendaklah menerima mereka, karena mereka itu bukan lah wabah penyakit yang harus di hindari, mereka itu juga manusia yang butuh teman untuk saling berbagi cerita dan dorongan :)

Rabu, 28 November 2012

Child and Parents

Seorang anak yang berumur lima sampai enam tahun biasanya sangat bersemangat untuk bersekolah dan bermain dengan saudara ataupun teman-temannya. Namun, pada sebagian anak tidak bisa merasakan hal itu, anak tersebut diharuskan bekerja oleh orangtuanya untuk membantu perekonomian keluarga. Saya jadi teringat dengan cerita dosen saya di perkuliahan, di salah satu Negara tersebesar seorang anak dipekerjakan untuk membantu orangtuanya dalam penjualan barang ilegal, pada saat melewati imigrasi ayahnya meminta anaknya yang menyimpan barangnya di tas sekolah anaknya agar barang tersebut tidak ketahuan oleh penjaga imigrasi. Ada sebuah cerita lagi yang membuat saya terkejut, bayi yang baru lahir diperjual-belikan tidak hanya untuk masalah aborsi atau pancingan, melainkan juga sebagai alat untuk menyimpan obat-obat terlarang. Jadi, pada saat di bandara pasangan suami istri berserta membawa "anaknya" untuk pergi ke suatu tempat dengan alasan liburan, namun ternyata pesawat yang mereka tumbangin itu mengalami keterlambatan yang cukup lama, pada saat itu salah satu petugas bandara melihat bayi itu terlihat biru dan mengeluarkan busa dari mulutnya. Setelah diperiksa ini itu, ternyata terdapat banyak obat terlarang di perut sang bayi!!! 



Orangtua adalah orang yang harus kita hormati, karena mereka lah yang merawat kita dari kecil. Orangtua yang ketika mereka sudah lansia kerap dimasukkan oleh anggota keluarganya ke panti werdha yang mungkin dikarenakan anak-anaknya terlalu sibuk hingga tidak bisa mengurusi orangtuanya, walaupun demikian ada juga sebagian dari mereka sendiri yang mau masuk ke panti werdha. Di panti werdha mungkin anaknya berpikir bahwa orangtua mereka akan dirawat dengan baik, namun kenyataannya tidak demikian. Kebanyakan mereka tidak dirawat dengan baik, dan mereka pun kebanyakan merasa kesepian dan merindukan anak-anaknya.  Tak dipungkiri, ada dari mereka yang mengalami stress hingga depresi karena tidak ada yang bisa di ajaknya untuk sharing, berbagi pengalaman, dan keinginan mereka.


Ada kutipan dari yang pernah saya baca, dia menuliskannya seperti ini: "Mengapa orangtua selalu menganggap anaknya itu sebagai anak kecil? Karena orangtua sangat mencintai anaknya dari sebelum lahir hingga mereka meninggal."

As Family

Keluarga adalah tempat dimana kita merasa aman dan nyaman. Bagaimana jika sebuah rumah bukanlah tempat yang tidak nyaman lagi jika ada anggota keluarga yang melakukan kekerasan terhadap anggota keluarganya yang lain? Menurut data KOMNAS perlindungan perempuan  kasus KDRT pada tahun 2010 meningkat sekitar  6,25% dan diprediksi akan meningkat tiap tahunnya. Faktor utama terjadinya kasus KDRT adalah dominasi suami terhadap istri dan faktor ekonomi. Kekerasan ekonomi yang dialami korban sebagian besar adalah tidak diberi nafkah untuk biaya hidup sehari-hari, dalam bentuk lainnya adalah korban ditelantarkan suaminya yaitu ditinggal pergi oleh suaminya sehingga otomatis juga tidak diberi nafkah. Penelantaran yang dilakukan oleh suami ini banyak dilatarbelakangi oleh adanya perselingkuhan. Dalam beberapa kasus kekerasan ekonomi (penelantaran) terdapat korban yang akhirnya sampai menjadi PSK, karena dia harus menanggung biaya hidup dirinya dan anak-anak yang tinggal bersamanya. Kekerasan tidak hanya pada hubungan keluarga saja, namun bisa saja terjadi pada hubungan berpacaran, kekerasan yang biasa dilakukan adalah baik dalam bentuk fisik, psikologis, maupun seksual disebabkan karena hubungan yang tidak seimbang, tidak ada keberanian untuk menolak apalagi melawan.


Kekerasan dalam keluarga, terutama kekerasan seksual pada anak juga kerap terjadi. Namun, kekerasan seksual pada anak jarang melaporkannya ke pihak berwenang karena dianggap itu sebagai aib keluarg. Tak jarang pelakunya pun merupakan anggota keluarganya sendiri, seperti saudara kandung, ayah tiri, dan paman. Biasanya pelaku memberikan ancaman jika hal tersebut diberitahukan ke orang lain. Bentuk kekerasan seksual terhadap anak dapat berupa langsung dan tidak langsung. Kekerasan seksual langsung misalnya, meraba tubuh seperti payudara atau bokong, sedangkan kekerasan seksual secara tidak langsung yaitu seperti eksibisionisme atau pornografi pada anak seperti memotret atau merekam  bagian tubuh anak. Ada beberapa ciri anak yang mengalami sexual abuse, yaitu: perubahan perilaku, anak tiba-tiba berubah menjadi pendiam, tidak nafsu makan, sulit tidur, takut, sulit berkonsentrasi, hilangnya kepercayaan kepada orang lain, menjadi depresi, hingga sampai berniat untuk melakukan bunuh diri.
Anak adalah titipan Tuhan, hendaknya kita menjaga dan merawatnya dengan baik, agar tumbuh dengan baik pula.

As Woman


Cantik itu relatif, cantik tidak hanya diukur dari wajah, dan bentuk tubuh saja. Cantik itu adalah bagaimana seseorang menghargai dan menjaga tubuh mereka. Jika seseorang mulai merasa dirinya itu ada suatu hal yang kurang, misalnya: kurang cantik, lemak dimana-mana mereka akan berusaha mencari cara untuk menutupi kekurangannya tersebut, dari mulai yang sederhana memakai produk perawatan anti aging, kosmetik, sampai ke bedah plastik. Ketidakpuasan tubuh adalah ketidakpuasan terhadap bagian spesifik pada tubuh (lengan, kaki, atau wajah). Ketidakpuasan tubuh ini biasanya berimplikasi pada karakteristik individu dan faktor sosial. Karakteristik individu dapat berupa BMI, self esteem, perilaku makan, dan dinamika keluarga, sedangkan pada faktor sosial budaya berupa media dan tekanan sosial untuk menjadi kurus pada perempuan dan otot-otot untuk laki-laki. Ketidakpuasan tubuh pada wanita mengarah pada gangguan makan yang berfokus pada penurunan berat badan. Efek negatif dari ketidakpuasan tubuh dapat mempengaruhi harga diri sehingga low self esteem, depresi, kecemasan, diet berlebihan, dan juga mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.


Salah satu penyebab seseorang mengalami ketidakpuasan tubuh adalah media, media biasanya memakai figur yang menarik untuk menarik perhatian konsumennya. Iklan kecantikan, susu penurun berat badan  misalnya, pada iklan tersebut dihadirkan sosok wanita yang sangat langsing dan sangat cantik. Iklan tersebut seolah-olah membuat wanita untuk takut menjadi tua, keriput, kehitaman, rambut rontok, dan paha yang gemuk. Kesempurnaan menjadi gambaran perempuan dalam iklan, sehingga seolah-olah hanya yang sempurna yang mampu menikmati hidup ini. Jika dilihat lebih cermat, kebanyakan produk yang diiklankan adalah memakai figur seorang wanita, hal ini tidak bisa dipungkiri karena wanita adalah pasar yang sangat besar bagi produsen, bisa dilihat dari sangat banyaknya produk kosmetik yang diciptakan untuk wanita, wanita selalu ingin tampil menarik, sehingga membuat wanita berbondong-bondong membeli produk tersebut agar tampil cantik. Faktor lain mengapa wanita kebanyakan menjadi figur iklan adalah wanita dianggap mampu menguatkan pesan iklan. Wanita merupakan elemen agar iklan mempunyai unsur menjual. Wanita dalam iklan akan menambah daya tarik masyarakat untuk menikmati pesan iklan.

Kamis, 08 November 2012

Breast Cancer

Mendengar kata kanker payudara, mungkin lebih identik dengan penyakit yang banyak dialami oleh perempuan, namun penelitian baru-baru ini menemukanm bahwa kanker payudara tidak hanya dialami oleh perempuan saja, namun juga dialami oleh laki-laki. Apa sebenarnya kanker payudara itu? Kanker payudara adalah suatu penyakit dimana sel-sel ganas terbentuk pada jaringan payudara. Cara mendeteksi kanker payudara adalah dengan mengangkat satu tangan ke atas, lalu tangan lain memutar area payudara searah jarum jam, begitu juga sebaliknya, kemudian rasakan apakah ada benjolan atau tidak. Tapi, tidak semua benjolan itu adalah kanker, bisa jadi itu hanyalah cairan yang biasa terjadi sebelum periode menstruasi.

Kanker payudara tidak hanya muncul dengan sendirinya, banyak faktor-faktor yang bisa menyebabkan adanya kanker payudara tersebut, salah satunya faktor terbesar adalah usia, usia rata-rata perempuan didiagnosis kanker payudara adalah umur 40-50an, tapi bukan berarti perempuan umur 20-30an tidak beresiko kanker payudara, mengingat banyak faktor lainnya. Faktor genetik juga ikut mempengaruhi seseorang memiliki kanker payudara, perempuan yang mempunyai anggota keluarga penyakit kanker payudara memiliki resiko yang lebih besar dibandingan dengan perempuan yang tidak memiliki anggota keluarga berpenyakit kanker payudara. Faktor lainnya adalah kelebihan berat badan atau obesitas, minum-minuman beralkohol, rokok, polusi, implan payudara, dll.

Maka dari itu, kita harus menjaga kesehatan kita baik-baik, dengan memeriksa rutin seperti yang saya beritahu di atas, jika terdapat benjolan segera periksa ke dokter sesegera mungkin agar bisa ditangani dengan cepat, dan makan dan minum yang sehat.


Being a woman is not easy

Dewasa ini perempuan tidak hanya sebagai ibu rumah tangga, mengurus rumah, anak, dan suami saja, melainkan perempuan juga bekerja di luar rumah, membangun karier mereka. Namun, di lingkup pekerjaan  perempuan seringkali mendapatkan diskriminasi, terutama diskriminasi jenis kelamin, misalkan dalam hal upah gaji, dan perempuan dianggap tidak kompeten dalam suatu pekerjaan tertentu, padahal perempuan juga bisa melakukan pekerjaan seperti yang dilakukan oleh laki-laki. Dalam pekerjaan pun, perempuan tidak hanya mengalami diskriminasi tapi juga mengalami pelecehan seksual, pelecehan seksual yang kerap dilakukan oleh atasan maupun rekan kerja, baik melalui pelecehan verbal, visual, maupun fisik.

Diskriminasi yang juga kerap perempuan terima adalah  ketika perempuan sedang mentstruasi dan mengambil cuti beberapa hari untuk masa PMS, mereka mengganggap kalau sakit yang dialami perempuan itu dibuat-buat. Selain itu, perempuan yang sedang hamil juga mendapatkan perlakuan yang berbeda, perempuan yang hamil dianggap menyusahkan dan lambat dalam bekerja, belum lagi  harus cuti sebelum dan sesudah melahirkan. Padahal itu semua telah tertulis di Undang-Undang, namun apadaya, hukum hanyalah hukum. Maka dari itu, perempuan harus selective dalam memilih pekerjaan untuk menghindari hal-hal tersebut.